Sabtu, 19 November 2022

KESEMPURNAAN DIRI SEORANG HAMBA ...

 .



Kalimah “HAMBA” merujuk kepada makna TIADA DIRI.

Apabila kita melafaz kalimah AKU HAMBA MU YA ALLAH memberi makna “AKU TIADA HANYA ENGKAU YANG ADA”, segala apa yang ada pada kita adalah tiada pada hakikatnya, segalanya hak atau milikNya jua.

Kita bukan berkongsi dengan ALLAH akan segala apa yang ada, kita hanya pemegang amanah sahaja. Merasai ada diri atau memiliki hak disisi ALLAH, maka ia belum mencapai hakikat seorang HAMBA yang sebenar.

RASULULLAH ﷺ datang menyedarkan insan bahawa dirinya adalah HAMBA pada PENCIPTA YANG AGUNG yakni ALLAH, maka hendaklan menyerah sepenuhnya padaNYA yakni TIADA DIRI MU atau HAK MU disisi TUHAN MU.

Hanya DIA YANG “AHAD”, selain darinya tiada lain melainkan adalah wujud pantulanNYA jua.

Diri pantulan atau bayang tiada miliki wujud yang sebenar, hakikat yang wujud adalah DIRI YANG MEMANTULKAN ATAU TUAN PADA BAYANG-BAYANG tersebut.

Tauhid ialah “menyatu” HAMBA dan TUHANnya yakni tiada lagi wujud, kuasa, ilmu, hayat, kudrat, iradah, melihat, mendengar,  berkata-kata, kekayaan, kebijaksanaan dan lainnya melainkan Hak Diri ALLAH jua.

Apabila sudah benar menyatu yakni hilang hak kita hanya hak DIA, maka benarlah engkau adalah hambaNYA dalam solat, ibadah, hidup dan mati…

Menurut Imam Ja’far ash-Shadiq, sebagaimana dicatat oleh Imam al-Ghazali dalam Al-Ihya’, juga oleh Syaikh Abdul Qadir Jailani dalam Fath ar-Rabbani, menyatakan bahawa penghambaan (ibadah/ubudiah) sejati mengharuskan tiga perkara:

(1) Seorang hamba menyedari bahawa apa saja yang ada pada dirinya bukan miliknya, tetapi milik Tuannya (Allah SWT);

(2) Seorang hamba senantiasa taat dan tunduk tanpa membantah sedikit pun kepada Tuannya (Allah SWT) dalam perkara apa saja yang Dia titahkan kepada dirinya; dan

(3) Seorang hamba tidak membuat aturan sendiri selain aturan yang telah Tuannya (Allah SWT) tetapkan untuk dirinya.

Justeru barangsiapa yang masih merasai hak atau pemilikan diri, ilmu, ibadah, kebaikan, kudrat, iradah dan lainnya, maka mereka belum mencapai hakikat HAMBA walau ilmunya bagaikan lautan dan ibadahnya mengalahkan malaikat.

Maka carilah HAMBA dalam pengajian, ibadah, amal kebaikan, berguru, berdakwah dan berjihad… ia adalah gol atau tujuan diri mu dicipta dan diperintah beribadah.

Ilmu adalah untuk ibadah, ibadah adalah kaedah untuk mencapai (darjat) HAMBA. Jika ibadah tidak mencapai HAMBA, maka ibadah tersebut sia-sia sahaja kerana tiada  mencapai tujuan yang dikehendaki.


❤fi hifzillah

Hidup adalah Perjalanan Menuju Mati..*

 *بسم الله الرحمن الرحيم*

*اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله سيدنا محمد*

*RENUNGAN HATI ❤️.*

*🍁 

Sahabat...

Hidup adalah Sebuah Perjalanan.
Tidak penting dimana kita Berawal,
tapi yang penting ialah dimana kita akan Berakhir.

Sepahit apapun kejadian,
suatu hari nanti ia akan menjadi Kenangan.
Seindah apapun kehidupan,
suatu hari nanti ia akan kita Tinggalkan..

Dunia kita kumpulkan untuk ditinggalkan.
Akhirat kita siapkan Bekal untuk didatangi, kerana kita akan pulang ke Sana.

Bila kita mengumpulkan Dunia terlalu banyak,
maka Hati akan terasa berat untuk meninggalkannya,
sebab Cinta Dunia menjadi kuat.

Bila kita memperbanyak bekal Akhirat,
seakan tak sabar ingin pulang ke Sana,
sebab Bekal yang dihantar kesana sudah cukup banyak,
Meninggal pun dengan tersenyum..

Maka... pilihlah untuk meninggalkan Dunia,
sebelum kita meninggal Dunia dan pilihlah untuk menyelamatkan Akhirat sebelum kita pergi ke Akhirat dalam keadaan yang tidak selamat.

Sahabat...
Mari kita persiapkan Bekal sebaik mungkin dan jangan sia sia kan Waktu kita .

Perbanyak Istifar Dzikir serta baca Sholawat..

*اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم**بسم الله الرحمن الرحيم*
*اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله سيدنا محمد*

*RENUNGAN HATI ❤️.*

*🍁 Hidup adalah Perjalanan Menuju Mati..*

Sahabat...

Hidup adalah Sebuah Perjalanan.
Tidak penting dimana kita Berawal,
tapi yang penting ialah dimana kita akan Berakhir.

Sepahit apapun kejadian,
suatu hari nanti ia akan menjadi Kenangan.
Seindah apapun kehidupan,
suatu hari nanti ia akan kita Tinggalkan..

Dunia kita kumpulkan untuk ditinggalkan.
Akhirat kita siapkan Bekal untuk didatangi, kerana kita akan pulang ke Sana.

Bila kita mengumpulkan Dunia terlalu banyak,
maka Hati akan terasa berat untuk meninggalkannya,
sebab Cinta Dunia menjadi kuat.

Bila kita memperbanyak bekal Akhirat,
seakan tak sabar ingin pulang ke Sana,
sebab Bekal yang dihantar kesana sudah cukup banyak,
Meninggal pun dengan tersenyum..

Maka... pilihlah untuk meninggalkan Dunia,
sebelum kita meninggal Dunia dan pilihlah untuk menyelamatkan Akhirat sebelum kita pergi ke Akhirat dalam keadaan yang tidak selamat.

Sahabat...
Mari kita persiapkan Bekal sebaik mungkin dan jangan sia sia kan Waktu kita .

Perbanyak Istifar Dzikir serta baca Sholawat..

*اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم*

Nasihat alim ulama bagaimana cara menjalani umur yang sudah mencapai 40 hingga 70 tahun :

 *╔═••••••🌿🌹💖🌹🌿••••••═╗*

🍃💓🌸🍃💗🍃🌸💓🍃

﷽ 
1 - Jangan berlebihan bergurau hingga terjebak dalam hal-hal yang tidak ada manfaatnya untuk akhirat.

2 - Jangan berlebihan berhias, bersolek dan berpakaian.

3 - Jangan berlebihan makan, minum dan berbelanja barang yang kurang diperlukan untuk mendukung amal soleh.

4 - Jangan berkawan dengan orang yang tidak menambahkan ilmu dan amal kepada kita.

5 - Jangan berjalan dan melancong ke sana sini tanpa manfaatnya yang dapat mendekatkan diri pada kehidupan akhirat.

6 - Jangan gelisah, berkeluh kesah dan kesal dengan kehidupan seharian. Selalu penuhi diri dengan rasa sabar dan bersyukur.

7 - Perbanyakkan berdoa mengharap keredhaan Allah agar mendapat husnul Khatimah ( mati dalam kesudahan yang baik ) dan dijauhkan dari Su'ul Khatimah ( mati yang tidak baik ).

8 - Perbanyakkan belajar ilmu agama, sering mengingati kematian dan bersiap menghadapinya.

9 - Persiapkan dan tuliskan wasiat yang berguna untuk kaum kerabatmu.

10 - Kembali menjalin hubungan silaturahim dan mendekatkan hubungan yang telah renggang sebelumnya.

11 - Minta maaf dan berbuat baik terhadap pihak yang pernah dizalimi.

12 - Rajin buat amal soleh terutama amal yang dapat terus memberi pahala dan syafa'at setelah kita mati.

13 - Memaafkan kesalahan orang kepada kita walau seberat apapun kesalahan itu.

14 - Langsaikan segala hutang yang ada dan jangan buat hutang baru walaupun untuk menolong orang lain.

15 - Berhentilah dari melakukan semua MAKSIAT ..!!!

16 - MATA, hentikan memandang yang tidak halal bagimu.

17 - TANGAN, hentikan dari menyentuh yang bukan hak mu.

18 - MULUT, hentilah makan yang tidak baik dan yang tidak halal bagimu, hentilah dari mengumpat, memfitnah dan hentilah dari menyakiti hati orang lain.

19 - TELINGA, hentilah mendengar hal-hal yang haram dan tidak berfaedah.

20 - Berbaik sangkalah kepada Allah ke atas segala sesuatu dugaan yang telah menimpa diri.

21 - Penuhi hati juga lisan kita dengan istighfar serta taubat buat diri sendiri, orang tuamu dan semua orang beriman.

22 - Perbanyakkan bersedekah dan sucikan harta dengan mengeluarkan zakat.

~ Imam Al Fudhail bin 'Iyadh

Alhamdulillah ♥️

   🍃🌸🌸🍃💖🍃🌸🌸🍃
*╚═••••••••🍃🌈💖🌈🍃••••••••═╝*

Filosofi sepatu

 Aku pernah membaca FILOSOFI SEPATU, yang isinya kaya gini : kalau dia MENYAKITIMU berarti dia BUKAN UKURANMU, kalau ukuran sepatumu KEKECIL...